Rawat Semangka Serasa Merawat Bayi Baru Lahir

TEKUN : Nyoto sedang memberikan pengairan tanaman semangkanya yang kini mulai berbuah.

Ngasem – Menanam semangka tak semudah membalikan telapak tangan. Karena cara merawatnya hingga berbuah cukup sulit dibandingkan tanaman palawija lainnya. Seperti jagung, cabai, kacang tanah dan sejenisnya.

Hal tersebut diungkapkan seorang petani asal Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Nyoto, kepada kabardolokgede.com belum lama ini.

Di jelaskan, tanaman pertanian jenis semangka ini perlu perawatan ekstra. Mulai dari penyiraman, pemupukan, dan pengantisipasian agar tak diserang hama.

Belum lagi jika sudah mulai berbuah perlu ketelatenan untuk memutus batang cabang yang dekat dengan buah semangka.
Karena jika batang tidak diputus maka buah tidak akan bisa berkembang secara baik.

Begitu pula pemupukan, pengairan, dan penyemprotan hama. Jika salah maka buahpun akan menjadi jelek.

“Merawat semangka ini seperti merawat bayi yang baru lahir. Jadi benar-benar butuh kesabaran, Mas,” ujarnya.

Ada separuh kedok lahan pertaniannya ditanami semangka jenis inul, dan separuhnya ditanami jagung, cabai dan kacang panjang. Modal yang dikeluarkan untuk tanam semangka total kurang lebih Rp500.000.

“Untuk luasan lahan saya lupa, hanya separuh kedok yang tak tanami semangka. Sedangkan harga jual berapa juga belum tau persisnya,” imbuh pria ramah ini.

Di tambahkan, sengaja lahan pertaniannya tidak ditananami semangka keseluruhan karena untuk sementara sebagai uji coba. Tentunya mulai dari kecocokan tanah, hasil buahnya dan lain sebagainya.

“Mudah-mudahan hasil maupun harganya nanti bagus sesuai harapan. Sehingga kedepan bisa menanam lebih luas lagi,” pungkasnya.(ko)

455 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *