Menjelang Idul Fitri Harga Bawang Merah Melambung Naik

Pembersihan Hasil Panen Bawang Merah

Kabardolokgede.com     Dolokgede, 3 juni 2018.  Inovasi pertanian Dolokgede semakin hari semakin dapat merubah mindset masyarakat petaninya, yang awalnya hanya menanam padi, jagung, kacang hijau dan tembakau kini tanaman bawah merah semakin populer dan menjadi tanaman andalan bagi masyarakat selain pendek jangka panenya secara ekonominya juga lebih meningkat.

Harga bawang merah melonjak naik disaat menjelang Hari Raya Idul Fitri hal ini menunjukan kebungahan bagi para petani yang bisa panen di bulan ini, harga bawang merah di pasar mencapai Rp. 22.000 perkilo,  dari hal tersebut kegiatan pertanian budidaya bawang merah sangat menjanjikan bagi para petani bawang saat ini.

Seperti  yang dilakukan oleh petani  Dolokgede Rt 04 Riono 67 th, petani ini sudah lama menggeluti pertanian bawang merah di kampong kelahiran Menteri Mensesneg RI   dengan pengalamannya dari Ngajuk diterapkan di Desa Dolokgede ini menemui keberhasilan dalam menanam bawang merah dengan jenis Thailand.

Menurutnya bawah tanah Dolokgede masih cocok untuk di olah sebagai lahan budidaya bawang merah terutama yang dekat dengan irigasi pengairan , karena menurutnya tanaman bawang merah harus cukup dengan air disetiap harinya.

Saat di temui kabardolokgede.com ketika panen, mengapa tidak memilih bawah merah yang jenis Bauchi soalnya bawang merah tersebut selai besar warnanya juga sangat menarik bagi pembeli?  Bawang merah jenis Bauchi itu memang menang di warna serta besar bijinya, tetapi pada berat dan ketahanan penyipanan bawang tersebut tidak bisa bertahan lama pungkasnya.

Dari sinilah asalmula penanaman bawang merah di Desa Dolokgede dikembangkan dan dibudidayakan.

479 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *