Harga Turun, Petani Tembakau Tak Berdaya

PASRAH : Petani Dolokgede Sanuri sedang memetik daun tembakau untuk dijual ke pengepul meski harganya rendah.

Tambakrejo – Petani tembakau asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, keluhkan harga daun tembakau tak kunjung naik. Perawatan yang cukup menguras tenaga dan biaya menjadikan para petani hanya bisa pasrah dengan kondisi yang tak berdaya.

Petani tembakau Dolokgede, Sanuri, mengatakan, seluas satu hektar lahan miliknya yang ditanami tembakau. Sekali petik mampu mengahsilkan kurang lebih 1,3 ton. Pemetikan dilakukan empat kali sekali panen dengan harga perkilogram (Kg) Rp2.300.

“Dari hasil itupun belum dirasakan kesejahteraannya bagi para petani tembakau Dolokgede dan sekitarnya,” kata Sanuri, kepada kabardolokgede.com, Jumat (14/9/2018).

Mengingat harga rokok disetiap tahunya mengalami kenaikan yang cukup segnifikan. Tapi harga daun tembakau milik petani justru tak mengalami peningkatan yang berharga.

“Harga tembakau tahun ini cenderung menurun dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Harga daun tembakau tahun lalu mencapai Rp3.500 hingga 4.000/Kg. Sedangkan tahun ini mengalami penurunan sekira Rp1.500 hingga Rp2.000/Kg.

“Dengan kondisi seperti ini kita hanya bisa pasrah saja menerima kenyataan yang ada,” ujar pria berkulit sawo matang ini.

Terpisah pengepul tembakau, Kajin, mengungkapkan, sudah satu bulan ini harga tembakau belum ada tanda- tanda akan kenaikan. Belum adanya kenaikan harga tembakau dimungkinkan karena tiga gudang tembakau besar yakni Borobudur, Muntilan dan Prambanan, Jawa Tengah, sudah satu minggu tutup.

“Karena tiga gudang itu tutup, terpaksa saya harus beralih kirim tembakau yang sudah melalui proses perajangan ke Madura Jawa Timur,” ujar warga asal Dusun Jambaran, Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari.

Di harapkan, kurang bagusnya harga tembakau tahun ini pihak dinas terkait bisa segera mengatasinya. Sehingga bisa segera naik dan dapat dirasakan hasilnya oleh petani tembakau.

“Kalau harganya bagus tentu petani tembakau tidak mengalami kerugian, dan dapat memberikan kesejahteraan pada petani,” tuturnya.(ali)

637 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *